Selasa, 01 September 2020

MOMENTUM TAHUN BARU 1442 HIJRIYAH; KAJIAN HISTORIS, FENOMENA BULAN MUHARRAM DAN MUHASABAH MEMBENTUK PRIBADI INSAN AL KAMIL

                                      MOMENTUM TAHUN BARU 1442 HIJRIYAH;

KAJIAN HISTORIS, FENOMENA BULAN MUHARRAM DAN MUHASABAH MEMBENTUK

 PRIBADI INSAN AL KAMIL


Oleh : PUJIANTO, S.Th.I

Penyuluh Agama Islam Bidang Spesialisasi Pencegahan NAPZA dan Penanggulangan HIV / AIDS

KUA Kec. Ngetos – Kantor Kementerian Agama Kabupaten Nganjuk

Tahun 2020

 

Penanggalan Islam atau Tahun Hijriah, awal bulan dinamai dengan Muharram. Awal bulan ini ternyata memiliki makna tersendiri bagi umat Islam dan banyak keutamaan di belakangnya. Seperti yang dijelaskan Pengurus Lembaga Dakhwah Nahdlatul Ulama (LDNU) Ustadz Fauzan Amin, dalam menyambut awal tahun ini, umat Islam disunnahkan membaca doa awal tahun yang bertujuan agar Allah SWT melindungi kita semua dalam segala urusan. Jika merujuk pada arti kata, Muharram secara bahasa berarti diharamkan. Maksudnya adalah salah satu bulan dari dari empat bulan yang diharamkan Allah SWT untuk melakukan peperangan.

Dia menjelaskan, menurut Abu ‘Amr ibn Al ‘Alaa, ada makna lain dari Muharram ini. “Dinamakan bulan Muharram karena peperangan (jihad) diharamkan pada bulan tersebut, jika saja hukum awal jihad disyariatkan, maka khusus bulan tersebut Allah SWT mengharamkannya. Diharamkan pula mendzolimi diri sendiri dengan perbuatan dosa, Allah SWT berfirman:

إِنَّ عِدَّةَ الشُّهُورِ عِنْدَ اللَّهِ اثْنَا عَشَرَ شَهْرًا فِي كِتَابِ اللَّهِ يَوْمَ خَلَقَ السَّمَوَاتِ وَالْأَرْضَ مِنْهَا أَرْبَعَةٌ حُرُمٌ ذَلِكَ الدِّينُ الْقَيِّمُ فَلَا تَظْلِمُوا فِيهِنَّ أَنْفُسَكُمْ وَقَاتِلُوا الْمُشْرِكِينَ كَافَّةً كَمَا يُقَاتِلُونَكُمْ كَافَّةً وَاعْلَمُوا أَنَّ اللَّهَ مَعَ الْمُتَّقِينَ

“Sesungguhnya bilangan bulan pada sisi Allah ialah dua belas bulan, dalam ketetapan Allah di waktu Dia menciptakan langit dan bumi, di antaranya empat bulan haram. Itulah (ketetapan) agama yang lurus, maka janganlah kamu menganiaya diri kamu dalam bulan yang empat itu, dan perangilah kaum musyrikin itu semuanya sebagaimana merekapun memerangi kamu semuanya; dan ketahuilah bahwasanya Allah beserta orang-orang yang bertakwa” (Q.S. at Taubah :36).

Diriwayatkan dari sahabat Abu Bakrah radhiyallohu anhu, Rasulullah SAW menjelaskan keempat bulan haram yang dimaksud adalah:

إِنَّ الزَّمَانَ قَدْ اسْتَدَارَ كَهَيْئَتِهِ يَوْمَ خَلَقَ اللَّهُ السَّمَوَاتِ وَالْأَرْضَ السَّنَةُ اثْنَا عَشَرَ شَهْرًا مِنْهَا أَرْبَعَةٌ حُرُمٌ ثَلَاثٌ مُتَوَالِيَاتٌ ذُو الْقَعْدَةِ وَذُو الْحِجَّةِ وَالْمُحَرَّمُ وَرَجَبُ مُضَرَ الَّذِي بَيْنَ جُمَادَى وَشَعْبَانَ

“Sesungguhnya zaman itu berputar sebagaimana bentuknya semula di waktu Allah menciptakan langit dan bumi. Setahun itu ada dua belas bulan diantaranya terdapat empat bulan yang dihormati: 3 bulan berturut-turut; Dzulqa’dah, Dzulhijjah dan Muharram serta satu bulan yang terpisah yaitu Rajab Mudhar, yang terdapat diantara bulan Jumada Akhiroh dan Sya’ban.” [ HR. Bukhari (3197) dan Muslim (1679).

 

 

Mengupas lebih dalam keutamaan dari Bulan Muharram ini. Dalam keterangannya, dia menjelaskan bahwa Bulan Muharram adalah bulan Haram.

"Qatadah bin Di’amah Sadusi menyatakan, “Amal sholeh lebih besar pahalanya jika dikerjakan di bulan-bulan haram sebagaimana kezholiman di bulan-bulan haram lebih besar dosanya dibandingkan dengan kezholiman yang dikerjakan di bulan-bulan lain meskipun secara umum kezholiman adalah dosa yang besar," katanya saat diwawancarai Okezone, Senin (10/9/2018).

Bulan Muharram ini adalah Bulan Allah (syahrullah). Dalam keterangannya, dia menuturkan bahwa keduabelas bulan yang ada adalah makhluk ciptaan Allah, akan tetapi bulan Muharram meraih keistimewaan khusus karena hanya bulan inilah yang disebut sebagai “syahrullah” (Bulan Allah). Rasulullah SAW bersabda:

أَفْضَلُ الصِّيَامِ بَعْدَ رَمَضَانَ شَهْرُ اللَّهِ الْمُحَرَّمُ وَأَفْضَلُ الصَّلَاةِ بَعْدَ الْفَرِيضَةِ صَلَاةُ اللَّيْلِ

“Puasa yang paling utama setelah Ramadhan adalah puasa di bulan Allah (yaitu) Muharram. Sedangkan shalat yang paling utama setelah shalat fardhu adalah shalat malam, [H.R. Muslim (11630) dari sahabat Abu Hurairah radhiyallohu anhu].

Hadits ini, mengindikasikan adanya keutamaan khusus yang dimiliki bulan Muharram karena disandarkan kepada lafzhul Jalalah (lafazh Allah). Para ulama menjelaskan bahwa ketika suatu makhluk disandarkan pada lafzhul Jalalah, maka itu mengindikasikasikan tasyrif (pemuliaan) terhadap makhluk tersebut, sebagaimana istilah baitullah (rumah Allah) bagi mesjid atau lebih khusus Ka’bah dan naqatullah (unta Allah) istilah bagi unta nabi Sholeh dan lain sebagainya. Lalu, As Suyuthi mengatakan: dinamakan syahrullah (sementara bulan yang lain tak mendapat gelar ini) karena nama bulan ini “Al Muharram” adalah nama-nama islami. Berbeda dengan bulan-bulan lainnya. Nama-nama bulan lainnya sudah ada di zaman jahiliyah. Sementara dulu, orang jahiliyah menyebut bulan Muharram ini dengan nama “Shafar Awwal”, kemudian ketika islam datang, Allah mengganti nama bulan tersebut dengan Al Muharram, sehingga nama bulan ini Allah sandarkan kepada dirinya (Syahrullah). Bulan ini juga sering dinamakan dengan Syahrullah Al ‘Asham (Bulan Allah yang Sunyi). Dinamakan demikian karena sangat terhormatnya bulan ini. Oleh karena itu, tak boleh ada sedikitpun riak dan konflik di bulan ini. Sementara itu, bagaimana awal perhitungan dalam kalender Islam. Para ulama bersepakat bahwa keempat bulan haram tersebut memiliki keutamaan dibandingkan dengan bulan-bulan yang lain selain Ramadhan. Namun demikian, mereka berbeda pendapat. Bulan apakah yang paling afdhal diantara keempat bulan haram yang ada?

Imam Hasan Al Bashri dan beberapa ulama lainnya berkata, “Sesungguhnya Allah telah memulai waktu yang setahun dengan bulan haram (Muharram) lalu menutupnya juga dengan bulan haram (Dzulhijjah) dan tidak ada bulan dalam setahun setelah bulan Ramadhan yang lebih agung di sisi Allah melebihi bulan Muharram”.

Muharram merupakan satu bulan yang menjadi pembuka dalam sistem kalender Hijriyah. Rasulullah Muhammad SAW menyebut bulan Muharram sebagai Syahrullah (bulan Allah). Karena itu, bulan Muharram memiliki keutamaan tersendiri. Sebelum datangnya syiar Islam yang disampaikan oleh Rasulullah Muhammad SAW, bulan ini disebut dengan Shafar Al Awwal. Sedangkan bulan Shafar, yang merupakan bulan kedua, disebut dengan Shafar Ats Tsani. Saat Islam datang, bulan ini dinamai Muharram. Dalam bahasa Arab, Muharram bermakna 'waktu yang diharamkan'. Maksudnya, pada bulan ini manusia dilarang menzalimi diri sendiri dan melalukan perbuatan dosa.

 

 

 

Allah pun menetapkan bulan ini termasuk dalam empat bulan haram. Hal itu tertuang dalam Alquran Surat At Taubah ayat 36.

إِنَّ عِدَّةَ ٱلشُّهُورِ عِندَ ٱللَّهِ ٱثۡنَا عَشَرَ شَهۡرٗا فِي كِتَٰبِ ٱللَّهِ يَوۡمَ خَلَقَ ٱلسَّمَٰوَٰتِ وَٱلۡأَرۡضَ مِنۡهَآ أَرۡبَعَةٌ حُرُمٞۚ ذَٰلِكَ ٱلدِّينُ ٱلۡقَيِّمُۚ فَلَا تَظۡلِمُواْ فِيهِنَّ أَنفُسَكُمۡۚ وَقَٰتِلُواْ ٱلۡمُشۡرِكِينَ كَآفَّةٗ كَمَا يُقَٰتِلُونَكُمۡ كَآفَّةٗۚ وَٱعۡلَمُوٓاْ أَنَّ ٱللَّهَ مَعَ ٱلۡمُتَّقِينَ ٣٦

 

Artinya : “Sesungguhnya bilangan bulan pada sisi Allah adalah dua belas bulan, dalam ketetapan Allah di waktu Dia menciptakan langit dan bumi, di antaranya empat bulan haram. Itulah (ketetapan) agama yang lurus, maka janganlah kamu menganiaya diri kamu dalam bulan yang empat itu, dan perangilah kaum musyrikin itu semuanya sebagaimana merekapun memerangi kamu semuanya, dan ketahuilah bahwasanya Allah beserta orang-orang yang bertakwa

Dalam hadis diriwayatkan Abu Bakrah RA menyatakan empat bulan yang termasuk bulan haram.

" Setahun terdiri dari dua belas bulan. Di antaranya ada empat bulan haram, tiga berurutan, yaitu: Zulqa’dah, Zulhijjah dan Al Muharram, serta Rajab Mudhar yang terletak antara Jumada dan Sya’ban."

Ibnu Abbas RA berkata,

" Kemudian Allah menjadikannya bulan-bulan haram, membesarkan hal-hal yang diharamkan di dalamnya dan menjadikan perbuatan dosa di dalamnya lebih besar dan menjadikan amalan soleh dan pahala juga lebih besar."

Terdapat beberapa keutamaan yang terkandung dalam bulan Muharram. Keutamaan itu dapat diraih dengan beberapa amalan seperti puasa. Sebagai umat muslim, tanggal 1 Muharram adalah momen penting yang harus dilewati dengan berdoa dan meminta ampunan kepada Allah. Sebab pada tanggal ini lah diperingati sebagai tahun baru Islam atau tahun baru hijriyah. Dalam penanggalan Islam, tahun baru hijriyah diawali dengan bulan Muharram. Bulan ini memiliki keistimewaan sehingga disebut juga sebagai bulan Allah bahkan derajat keutamaannya berada di bawah bulan Ramadan.

Pada awal tahun atau tepatnya di 1 Muharram, umat islam dianjurkan untuk memperbanyak amalan-amalan salih. Doa awal dan akhir tahun juga sebaiknya dilakukan untuk meminta ampunan serta perlindungan Allah SWT. Doa awal tahun pada bulan Muharram dibaca pada terbenamnya matahari atau selepas sholat maghrib. Sementara doa akhir tahun dibaca setelah sholat ashar.

Ada makna penting dari 1 Muharram atau tahun baru hijriyah ini. Selain karena pergantian kalendar hijriyah, tahun baru Islam juga memiliki sejarah yang patut diketahui. Tepat di tahun 622 Masehi, adanya peristiwa hijrah Nabi Muhammad SAW. Saat itu, Nabi Muhammad berhijrah dari kota Mekkah ke Madinah dan ini lah yang menjadi permulaan penetapan tanggal 1 Muharram.

Sejarah Singkat Tanggal 1 Muharram atau Tahun Baru Hijriyah

Peristiwa besar hijrahnya Nabi Muhammad SAW ini akhirnya dijadikan sebuah penamaan pada kalendar Islam. Dulunya, dalam memperingati suatu peristiwa, masyarakat Arab tidak menggunakan sistem kalendar. Tetapi yang digunakan oleh mereka adalah sistem hari dan bulan. Hal ini juga bisa dibuktikan dari kelahiran Nabi Muhammad SAW di tahun gajah yang mana masyarakat Arab memang tidak menggunaakan angka ketika menentukan tahun. Utsman bin Affan, Ali bin Abi Thalib dan juga para sahabat Rasul akhirnya berdiskusi agar bisa menentukan bagaimana sistem kalendar Islam. Dan dari sekian banyaknya usulan, milik Ali bin Abi Thalib disepakati atau dipilih. Isinya adalah tentang kalendar hijriyah Islam dimulai ketika Nabi Muhammad SAW hijrah. Sebagai umat muslim, patut untuk tahu bagaimana sejarah singkat tanggal 1 Muharram ini. Kalendar hijriyah merupakan sistem penanggalan yang menggunakan peredaran bulan sebagai acuan.

 

 

 

Makna Tanggal 1 Muharram Bagi Umat Islam

Peristiwa hijrah yang dilakukan oleh Nabi Muhammad SAW dari Mekkah ke Madinah merupakan peristiwa penting dalam Islam. Beliau berhijrah juga sebagai bentuk strategi dalam berdakwah. Jika melihat arti dari hijrah sendiri, hijrah adalah perjuangan untuk bisa meninggalkan segala sesuatu yang buruk ke arah yang baik. Saat ini pun peristiwa hijrah juga diartikan sebagai pembelajaran nilai kebaikan bagi diri sendiri misalnya saja seperti meninggalkan perbuatan atau kebiasaan buruk dan beralih pada kebiasaan atau sesuatu yang lebih baik. Tanggal 1 Muharram atau tahun baru hijriyah diperingati dengan berbagai acara. Anjuran yang dilakukan adalah dengan membaca doa akhir tahun dan awal tahun. Selain itu, pada tahun baru ini atau di 1 Muharram ini, umat muslim diperintahkan untuk menghentikan atau menghindari peperangan, pertikaian ataupun perselisihan. Ketika Anda melakukan amalan salih pada malam tahun baru hijriyah, maka pahalanya akan dilipatgandakan.

Puasa dan Amalan di Tanggal 1 Muharram

Puasa dalam memperingati tanggal 1 Muharram memiliki hukum sunnah muthlaq. Ada beberapa hari yang lebih utama ketika Anda ingin berpuasa pada bulan Muharram ini. Untuk mendapatkan keistimewaan dan pahala dari Allah SWT, berikut beberapa jenis puasa yang bisa Anda lakukan. Seperti:

1. Puasa Asyura

Sebagai umat muslim tidak akan asing mendengar tentang puasa Asyura. Puasa ini dilakukan di tanggal 10 Muharram. Banyak umat muslim yang mengetahui jenis puasa ini dengan keutamaan yang bisa didapatkan. Salah satu keutamaannya adalah mampu menghapus dosa setahun yang lalu dan juga setahun yang akan datang. Hal ini sesuai dengan sebuah hadist riwayat muslim.

2. Puasa Tasu’ah

Berbeda dengan puasa Asyura, puasa Tasu’ah bisa dilakukan sebelumnya yakni di tanggal 9 Muharram. Puasa ini dilakukan agar bisa menyelisihi orang Yahudi yang saat itu berpuasa di tanggal 10 Muharram. Bagaimana melaksanakan puasa Asyura dan Tasu’ah ini sama seperti melakukan puasa pada umumnya. Hanya saja berbeda dari niatnya.

3. Introspeksi Diri atau Muhasabah

Mendapatkan pahala Allah tidak hanya dengan berpuasa pada bulan Muharram. Tetapi, Anda bisa melakukan introspeksi diri. Hal ini bertujuan untuk mengkoreksi apa saja perbuatan yang pernah dilakukan pada satu tahun ke belakang. Dengan harapan ketika seseorang mengingat keburukan atau dosa yang pernah dilakukan, ia bisa segera bertaubat atau meminta ampunan Allah.

4. Membaca Surat Yasin

Selepas maghrib yang sudah masuk pada tanggal 1 Muharram, Anda bisa melanjutkan membaca surat Yasin. Baca sebanyak tiga kali dan harus sudah selesai sebelum memasuki waktu sholat isya. Jika tidak bisa menyelesaikan sebanyak tiga kali maka sebaiknya ganti dengan membaca istighfar sebanyak mungkin.

Ketika Anda sudah menyelesaikan surat Yasin yang pertama, lanjutkan dengan membaca doa yang isinya adalah meminta ketetapan iman Islam. Jika selesai membaca surat Yasin yang kedua, Anda bisa melanjutkan berdoa meminta ampun atas dosa di dunia dan di akhirat nanti. Berdoalah untuk orang tua juga.

Setelah membaca surat Yasin yang ketiga, lanjutkan dengan membaca doa meminta umur panjang dengan berkah dan bisa bermanfaat untuk orang lain. Berdoalah agar diberikan kelimpahan rezeki yang baik dan halal serta meminta kelak meninggal dengan khusnul khotimah.

 

 

 

 

5. Memberi Perlakuan Spesial Pada Suami

Sebagai seorang istri, memberi perlakuan baik dan spesial kepada suami tentu bernilai pahala. Apalagi jika masuk pada tanggal 1 Muharram, berikan perlakuan terbaik untuk suami. Karena pada tanggal 1 hingga 10 Muharram, jika seorang istri mengistimewakan suami maka ia termasuk Ahlul Jannah. Meski seharusnya, menjadi istri yang baik dan solehah dilakukan sepanjang hidup.

6. Ziarah Kubur

Mengunjungi makam para alim ulama ataupun bersilaturahmi ke rumah mereka juga menjadi amalan yang bisa dilakukan. Di Indonesia sendiri amalan ini banyak dilakukan oleh umat muslim. Berziarah kubur ke makam para wali sekaligus mengunjungi para ulama memberi keberkahan tersendiri bagi mereka yang melakukannya.

7. Menyantuni Anak Yatim

Mulai dari tanggal 1 Muharram hingga 10 Muharram, Anda bisa memberikan santunan kepada anak yatim dengan mengusap kepalanya. Cara ini sebagai bentuk kasih sayang terhadap mereka, memuliakan mereka dengan berbagai rezeki bersama. Apalagi doa anak yatim begitu istimewa sehingga sisihkan rezeki agar bisa menyantuni anak yatim pada bulan Muharram ini.

Seperti yang disebutkan sebelumnya bahwa pada tanggal 1 bulan Muharram, segala bentuk pertikaian sebaiknya dihindari. Lebih-lebih jika seseorang ingin mendapatkan pahala dan keutamaan bulan Muharram, berdamailah dengan mereka yang pernah bertikai. Selesaikan pertikaian, pertengkaran dengan cara damai atau rukun.

Ada banyak keistimewaan dari tanggal 1 Muharram yang bisa Anda dapatkan. Anda bisa memulainya dengan membaca doa akhir tahun selepas sholat ashar dan doa akhir tahun dibaca setelah melakukan sholat maghrib. Lakukan juga ibadah puasa Asuro dan Puasa Tasu’ah serta amalan-amalan yang menambah pahala.

Tahun baru Islam 1 Muharram Hijriah merupakan hari penting dan bersejarah bagi umat Islam. Ya, tahun ini tahun baru 1 Muharram 1439 Hijriah bertepatan dengan 21 September 2017. Awal tahun baru Islam menandai peristiwa penting yang terjadi dalam sejarah Islam, yakni memperingati peristiwa hijrah Nabi Muhammad SAW dari kota Mekkah ke Madinah pada tahun 622 Masehi. Hal inilah penanggalan dalam Islam dinamakan Hijriah.

Sejarah tahun baru Islam berawal dari kebimbangan umat Islam saat menentukan tahun. Hal ini tak lepas dari fakta sejarah pada zaman sebelum Nabi Muhammad SAW, orang-orang Arab tidak menggunakan tahun dalam menandai peristiwa apa pun. Tapi, hanya menggunakan hari dan bulan sehingga cukup membingungkan. Sebagai contoh, pada waktu itu Nabi Muhammad lahir pada tahun Gajah. Hal ini menjadi bukti bahwa pada waktu itu kalangan masyarakat Arab tidak menggunakan angka dalam menentukan tahun. Berawal dari sini, para sahabat Rasulullah SAW pun berkumpul untuk menentukan kalender Islam. Salah satunya yang hadir adalah Utsman bin Affan, Ali bin Abi Thalib, dan Thalhan bin Ubaidillah.

Mereka mengusulkan kalender Islam berdasarkan hari kelahiran Nabi Muhammad, ada yang mengusulkan sejak Nabi Muhammad diangkat sebagai rasul. Namun, usul yang diterima adalah usulan dari Ali Bin Abi Thalib di mana beliau mengusulkan agar kalender Hijriah Islam dimulai dari peristiwa hijrah Nabi Muhammad dari Mekkah ke Madinah. Dari usul Ali Bin Abi Thalib inilah sejarah kalender Islam pertama kali dibuat dan sejarah tahun baru Islam muncul.

 

 

 

 

 

 

Peristiwa Besar Di Bulam Muharam

1. Khalifah Umar Bin Khattab R.A. menetapkan sebagai tahun baru Islam atau penetapan kalender Hijriah.aru islam

2. Banyak terjadi peristiwa penting bagi umat isalam, yang mencerminkan kegemilangan, atas perjuangan yang gigih dan tabah untuk menegakkan keadilan dan kebenaran.

3. Nabi Adam a.s bertaubat kepada Allah SWT atas pelanggarannya di dalam syurga yang mengakibatkannya ditrunkan ke bumi.

4. Nabi Idris a.s diangkat oleh Allah SWT ke langit.

5.  Nabi Nuh a.s diselamatkan Allah SWT dari banjir besar yang belangsung selama 6 bulan, hingga keluar dari perahunya dengan selamat.

6. Nabi Ibrahim a.s diselamatkan Allah SWT dari Raja Namrud yang akan membakarnya, dengan mendinginkan api yang membakar nabi Ibrahim.

7.  Nabi Musa a.s menerima kitab Taurat dari Allah SWT.

8. Terbelahnya laut merah, sebagai mu’jizat dari Allah SWT kepada nabi Musa a.s untuk menyelamatkan diri dan para pengikutnya dari kejaran tantara Firaun.

9. Nabi Ayub a.s. disembuhkan kembali oleh Allah SWT dari ujian penyakit kulit yang di deritanya.

10. Nabi Yunus diselamatkan Allah SWT keluar dari perut ikan paus, setelah tinggal di dalamnya selama 40 hari 40 malam.

11. Nabi Yusuf a.s dibebaskan Allah SWT dari penjara, yang sisebabkan fitnah seorang 12. Penglihatan Nabi Ya’qub a.s yang kabur dipulihkan Allah SWT.

13. Nabi Daud a.s diampuni Allah SWT atas kesalahannya.

14. Nabi Sulaiman a.s dikaruniakan kerajaan yang besar oleh Allah SWT.

15. Nabi Isa a.s diangkat ke langit oleh Allah SWT.

16. Allah SWT menjadikan Arasy.

17. Allah SWT menjadikan Lauh Mahfudz.

18. Allah SWT menciptakan malaikat Jibril a.s.

19. Hari pertama Allah SWT menciptakan alam semesta.

20. Hari pertama Allah SWT menurunkan rahmat.

21. Hari pertama Allah SWT menurunkan hujan 

Demikian penjelasan terkait apa saja makna tahun baru islam yang terkandung dan penjelasan berdasarkan dalil Al-Quran. Semoga setelah mengetahui informasi terkait arti dari merayakan tahun baru hijriyah.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar