Selasa, 02 Juni 2020

MEMBANGUN KONSEP SILATURAHMI MELALUI AKSES DI SOSIAL MEDIA; ( TINJAUAN ASPEK MEREGANGNYA HUBUNGAN TALI PERSAUDARAAN ANTAR SESAMA UMAT ISLAM DI TENGAN KONDISI GUNCANGAN PANDEMI COVID-19)


MEMBANGUN KONSEP SILATURAHMI  MELALUI AKSES

DI SOSIAL MEDIA;

( TINJAUAN ASPEK MEREGANGNYA HUBUNGAN TALI PERSAUDARAAN ANTAR SESAMA UMAT ISLAM DI TENGAH KONDISI GUNCANGAN PANDEMI COVID-19)

         Oleh : PUJIANTO, S.Th.I

 

Silaturahmi berasal dari kata shilah dan rahm. Shilah berarti hubungan atau menghubungkan, sedangkan rahm mempunyai dua makna yang pertama berarti kasih sayang dan makna yang lainnya adalah peranakan (rahim) atau kekerabatan yang masih ada pertalian darah (persaudaraan). Dengan demikian, silaturahmi berarti menjalin hubungan kasih saying, silaturahmi juga bisa berarti menjalin hubungan kekerabatan. Berangkat dari pengertian diatas, silaturahmi berarti menjalin hubungan yang baik, membangun kekerabatan/persaudaraan dengan penuh kasih sayang. Sebagaimana firman Allah dalam QS. An – Nisa ayat 1.

Artinya : “Dan bertakwalah kepada Allah yang dengan (mempergunakan) nama-Nya kamu saling meminta satu sama lain, dan (peliharalah) hubungan silaturrahim. Sesungguhnya Allah selalu menjaga dan mengawasi kamu”.

Kontekstualisasi silaurahmi yaitu untuk membangun dan menyambung serta mempererat hubungan itu jauh lebih bernilai lagi dalam memupuk jiwa sosial dan tanda kedermawanan serta ketinggian akhlak seseorang. Bahkan silaturahim juga termasuk pada akhlak yang mulia yang sangat dianjurkan oleh Islam. Ketahui   dan yakinilah bahwasannya jika seseorang yang menyambung silaturahmi tersebut, niscaya Allah akan berhubungan dengannya. Dan barang siapa yang memutuskannya, maka Allah pun akan memutuskan hubungan dengannya. Untuk itulah jaga keutuhan shilaturahmi tersebut, sebagaimana telah dijelaskan oleh Rasulullah dalam sabdanya 

Artinya : “Barangsiapa yang senang diluaskan rizqinya dan dipanjangkan umurnya, maka hendaklah ia menyambung hubungan silaturahmi”.(HR. Mutafaqun Alaih)

Indonesia identik dengan silaturahmi. Biasanya Momentum lebaran kerap dimanfaatkan untuk bersilaturahmi bersama keluarga dan sanak saudara. Sayangnya pandemic covid-19, mendorong masyarakat harus tetap berada di rumah saja untuk mencegah penyebaran covid-19 di Indonesia. Karena itu, menjalin silaturahmi seperti biasa , kini tidak dapat dilakukan lagi. Teknologi yang canggih membuat silaturahmi itu kadang tak hanya dilakukan dengan tatap muka. Padahal kita sudah mengetahui bahwa silaturahmi merupakan salah satu kebutuhan dasar manusia. Menjalin interaksi dengan orang lain dapat menimbulkan rasa aman dan bahagia. Namun, saat wabah covid-19, setiap orang mesti menjaga jarak atau lebih dikenal dengan sebutan phsycal distancing dan social distancing. 

Meluangkan waktu untuk bisa berkunjung satu sama lain tentunya bisa mengingatkan kembali akan indahnya kebersamaan, pengukuhan persatuan juga menjaga keutuhan silaturahmi tersebut dengan dating langsung ke tempat ataupun orang yang akan di kunjunginya itu jauh lebih real dan indah. Meskipun nampaknya salah satu sebab utama yang menghalangi kita bersilaturahmi itu karena buruknya pengaturan dan manajemen waktu atau mungkin karena kita kurang begitu mengerti besarnya dosa memutus silaturahmi. Kemudian kemudian dengan kesibukan yang berlebihan dalam kehidupan dunia. Meskipun hanya dengan lewat ucapan ataupun perkataan, namun islam tetap menjaga dan menilainya sebagai salah satu cara kuat dan tepat bagi seorang muslim yang memelihara persatuan dan kesatuan yang dibangun dari pada keberlangsungan silaturahmi tersebut.

           Cara yang paling mudah untuk menjalin silaturahmi di tengah pandemic covid-19 yaitu dengan memanfaatkan akses di Media Sosial seperti Whatsapp, video call, Instagram, Facebook, Mi-Chat, Twitter, Wi- Chat, Youtube, Aplikasi Likee maupun Aplikasi-aplikasi Online sosial media lainnya

1 komentar:

  1. Bentuk terobosan baru dalam silaturrohm...dgn menggunakan media apapun selama masa pandemi...silaturrhm tetap jalan

    BalasHapus